infokesehatan – Rabies adalah salah satu penyakit paling mematikan di dunia, namun masih sering diabaikan karena kurangnya pemahaman dan kesadaran masyarakat. Penyakit ini tidak hanya menyerang hewan, tetapi juga manusia. Padahal, jika tidak segera ditangani, rabies dapat menyebabkan kematian dalam waktu singkat. Dalam artikel ini, kita akan membahas secara lengkap tentang rabies: mulai dari pengertian, asal mula, gejala, penularan, dampak, pencegahan, hingga pengobatannya.
Apa Itu Rabies?
Rabies adalah penyakit infeksi virus akut yang menyerang sistem saraf pusat, baik pada hewan maupun manusia. Penyakit ini disebabkan oleh virus rabies dari genus Lyssavirus. Rabies tergolong sebagai zoonosis, yaitu penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia. Setelah virus masuk ke tubuh, biasanya melalui gigitan hewan yang terinfeksi, virus akan menyerang otak dan sistem saraf, menyebabkan peradangan fatal yang disebut ensefalitis.
Asal Mula dan Sejarah Rabies
Rabies bukanlah penyakit baru. Catatan sejarah menunjukkan bahwa rabies sudah dikenal sejak 2300 SM di Mesopotamia. Pada masa itu, gigitan anjing yang berperilaku aneh sudah dianggap berbahaya dan mematikan. Kata “rabies” sendiri berasal dari bahasa Latin rabere yang berarti “marah” atau “gila”, merujuk pada gejala agresif pada hewan atau manusia yang terinfeksi.
Virus rabies pertama kali diisolasi oleh Louis Pasteur pada akhir abad ke-19. Ia juga mengembangkan vaksin pertama untuk rabies, yang menjadi salah satu tonggak penting dalam dunia kedokteran.
Gejala Rabies pada Manusia
Gejala rabies biasanya muncul dalam 1 hingga 3 bulan setelah terpapar, tergantung lokasi luka dan jumlah virus yang masuk. Berikut adalah beberapa gejala umum rabies pada manusia:
1. Gejala Awal
Gejala awal rabies biasanya muncul dalam waktu 1 hingga 3 bulan setelah seseorang terinfeksi virus, tergantung pada lokasi gigitan dan seberapa banyak virus yang masuk ke dalam tubuh. Pada tahap ini, penderita akan mengalami demam ringan, nyeri kepala, serta rasa lemas atau tidak enak badan secara umum. Selain itu, sering muncul sensasi terbakar, kesemutan, atau rasa nyeri yang tidak biasa di sekitar lokasi gigitan, meskipun luka terlihat sudah sembuh. Gejala awal ini sering kali menyerupai flu biasa, sehingga tidak jarang diabaikan oleh penderita maupun tenaga medis.
2. Gejala Lanjut
Jika tidak segera ditangani, rabies akan berkembang menjadi gejala lanjut yang jauh lebih serius dan berbahaya. Penderita bisa mulai mengalami gelisah yang berlebihan disertai kebingungan mental dan halusinasi. Salah satu gejala khas pada tahap ini adalah kesulitan menelan yang kemudian berkembang menjadi hidrofobia atau rasa takut terhadap air, akibat kejang pada otot tenggorokan. Selain itu, penderita juga bisa mengalami kejang otot yang menyakitkan, perubahan perilaku seperti menjadi agresif atau sangat ketakutan, bahkan terhadap suara atau cahaya. Pada akhirnya, jika virus terus menyebar ke otak dan sistem saraf pusat, penderita bisa mengalami kelumpuhan, koma, hingga meninggal dunia. Setelah gejala lanjut muncul, rabies hampir selalu berakibat fatal.
Setelah gejala muncul, rabies hampir selalu berakibat fatal. Oleh karena itu, pencegahan jauh lebih penting daripada pengobatan.
Penularan Rabies
Penularan rabies ke manusia umumnya terjadi melalui:
-
Gigitan hewan yang terinfeksi, terutama anjing, kucing, kelelawar, atau rakun
-
Luka terbuka yang terkena air liur dari hewan penderita rabies
-
Cakaran hewan yang air liurnya terkontaminasi virus rabies
Penting untuk diketahui bahwa virus rabies tidak menular melalui udara, makanan, atau sentuhan biasa. Namun, begitu virus masuk ke tubuh, ia akan merambat melalui saraf menuju otak, membuatnya sangat sulit di hentikan setelah mencapai sistem saraf pusat.
Dampak Fatal dari Rabies
Rabies adalah penyakit dengan tingkat kematian hampir 100% jika tidak di tangani sebelum munculnya gejala. Setiap tahunnya, sekitar 59.000 orang meninggal dunia akibat rabies, mayoritas berasal dari Asia dan Afrika. Anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan karena sering bermain dengan hewan tanpa pengawasan.
Selain mengancam nyawa, rabies juga memiliki dampak sosial dan ekonomi, terutama di daerah dengan sistem kesehatan terbatas. Biaya perawatan, vaksinasi, dan pengawasan hewan bisa sangat tinggi.
Pencegahan Rabies yang Efektif
Pencegahan adalah kunci utama dalam menghindari rabies. Beberapa langkah yang bisa di lakukan:
1. Vaksinasi Hewan Peliharaan
Pastikan anjing, kucing, atau hewan peliharaan lainnya mendapat vaksin rabies secara rutin.
2. Hindari Kontak dengan Hewan Liar
Jangan mendekati hewan liar atau yang berperilaku mencurigakan, seperti anjing atau kucing yang tampak agresif, lemas, atau keluar air liur berlebihan.
3. Edukasi Masyarakat
Penting untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama anak-anak, agar tidak bermain dengan hewan asing tanpa pengawasan.
4. Program Pengendalian Populasi Anjing
Di beberapa negara, program sterilisasi dan vaksinasi massal terhadap anjing liar terbukti efektif dalam menekan angka rabies.
Pengobatan Rabies: Apakah Bisa Disembuhkan?
Sayangnya, rabies tidak bisa disembuhkan setelah gejala muncul. Namun, jika penanganan di lakukan segera setelah terpapar (gigitan atau cakaran hewan terinfeksi), maka kemungkinan sembuh sangat tinggi.
Berikut langkah pengobatan darurat rabies:
1. Cuci Luka Segera
Bersihkan luka gigitan dengan sabun dan air mengalir selama 15 menit. Ini dapat mengurangi risiko infeksi hingga 90%.
2. Segera Ke Fasilitas Kesehatan
Setelah mencuci luka, segera pergi ke puskesmas atau rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
3. Pemberian Vaksinasi Post Exposure Prophylaxis (PEP)
PEP adalah vaksin rabies yang di berikan setelah seseorang terpapar. Dalam beberapa kasus, serum anti-rabies juga di berikan untuk meningkatkan perlindungan.
Semakin cepat pengobatan di berikan, semakin besar peluang untuk mencegah infeksi rabies menyebar.
Jangan Sepelekan Rabies: Lindungi Diri Sebelum Terlambat
Rabies adalah penyakit berbahaya yang sering luput dari perhatian. Padahal, dengan pemahaman dan pencegahan yang tepat, penyakit ini bisa di hindari. Edukasi tentang rabies, vaksinasi hewan peliharaan, dan tindakan cepat pasca gigitan adalah langkah penting untuk menyelamatkan nyawa. Ingat, rabies bisa di cegah, tetapi tidak bisa di sembuhkan jika sudah menimbulkan gejala. Jadi, jangan pernah sepelekan gigitan hewan. Bertindak cepat bisa menyelamatkan hidup!